Puasa atau ber Hari Raya?



Puasa atau ber Hari Raya.

Suatu hari terdengar sayup berita di televisi. Seorang Bapak mencuri karena tidak punya uang untuk membelikan kebutuhan Hari Raya.

Suatu ketika terlihat seorang Ibu menawarkan anaknya yang sedang belajar berpuasa membatalkan puasanya dengan sebotol teh dingin karena teriknya cuaca di pusat grosir pakaian membuat sang anak pucat kelelahan, membeli baju untuk ber Hari Raya.

Seorang teman bercerita bahwa temannya meminjam uang dengan bunga besar agar bisa ber Hari Raya.

Di bawah pohon rindang dekat warung kopi di ujung jalan, terdapat para pencari nafkah yang ngaso mendinginkan keringat yang bercucuran karena kejar setoran untuk kebutuhan Hari Raya, sambil menghisap rokok dan meminum segelas kopi panas.

Sayup-sayup terdengar di kejauhan berita di televisi tentang perampokan dan pembunuhan yang makin marak karena mereka, para pelaku, ingin punya uang untuk dihabiskan di Hari Raya, tak peduli apa caranya.

Lalu, manakah yang lebih penting: Puasa atau ber Hari Raya?

Puasa adalah menahan hawa nafsu. Dan hari raya adalah perayaan bagi yang berpuasa.
Jika ber hari raya namun mengorbankan puasa, lalu apa yang sedang dirayakan?

Tak penting. Yang penting ikut-ikutan.

Manakah yang lebih penting, puasa atau berhari raya?
Berhari raya tapi mencuri.
Berhari raya tapi menghancurkan perjuangan anak yang tertatih menahan lapar dahaga.
Berhari raya tapi berhutang dengan riba.
Berhari raya tapi tidak berpuasa karena mengalah pada pekerjaan.
Berhari raya tapi menghancurkan hak orang atau bahkan menghilangkan nyawa.

Manakah yang lebih penting, puasa atau berhari raya?

Sudah pasti kita tau jawabannya.

Hanya saja, banyak yang tak mau mengakuinya dengan berjuta alasan terbaca.

Senin 19 Juni 2017
Fadillah Putri Dirgahayu

Komentar

Postingan Populer