Dari, menuju dan kembali ke fitrah..



Kembali ke fitrah..

Bukan lagi ngomongin tagline iklan yang biasa bermunculan menjelang lebaran..


Tapii.. ini tentang materi minggu ke 4 dan tentang NHW #4.. yap gak berasa seminggu telah berlalu semenjak NHW #3. Dan sudah sebulan kami, para wanita, dari latar belakang yang berbeda belajar, berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik: Ibu yang profesional.

Kami belajar banyak hal selama 4 minggu ini, tapi yang paling pentinh adalah kami harus melaksanakan apa yang kami pelajari. PRAKTEK!

NHW #4 ini adalah sebuah penggabungan 3 NHW sebelumnya. Menelaah kembali, memantapkan hati, dan  praktek sesegera mungkin

NICE HOME WORK #4
MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 


● NHW #1 Jurusan Ilmu di universitas kehidupan
Kami diminta merenungi apakah pilihan kami untuk menekuni 1 jurusan ilmu pada NHW #1 tetap atau berubah? Saya memilih ilmu kepercayaan diri, yang setelah di review di minggu pertama, masuk ke dalam kategori Pengembangan Diri.

Apakah ingin ganti jurusan? Tidak.

Saya masih tetap ingin pada jurusan ilmu kepercayaan diri. Walaupun nama saya Fadillah P.D. (singkatan dari Fadillah Putri Dirgahayu.. wkwkwk) saya gak se PD nama saya. Seringkali saya menarik diri dari lingkungan, urung berpartisipasi walaupun ada keinginan. Saya ingin anak saya nanti tidak demikian. Untuk itu sayalah yang harus menguasai ilmu kepercayaan diri, dan menularkannya ke Suami dan Anak-anak saya, dan ke Lingkungan saya.

● NHW #2 Indikator checklist ibu profesional.

Konsisten. Sebuah praktek yang sulit. Hari demi hari saya melirik lagi checklist tersebut dan mengingat bahwa ini harus dilakukan secara terus menerus. 

Saya (dibantu suami) sudah melakukan beberapa indikator diblist tersebut, namun, saya akui ada beberapa hal yang belum maksimal dikerjakan.


Saya diingatkan oleh NHW #4 ini bahwa tak ada gunanya berteori, tapi harus praktek. Diingatkan untuk memulai! Untuk keras terhadap diri sendiri, agar lingkungan lunak terhadap diri.

Terimakasih NHW #4... :)

● NHW #3 Kenapa saya diciptakan?

Sebelumnya, saya gak pernah mikir tuh kenapa saya diciptakan, kenapa saya ada di tempat saya sekarang, kenapa ini kenapa begitu.

Di IIP ini kami dituntut untuk mengetahuinya, agar hidup kami lebih bermanfaat dan terarah.
Hmm.. kemudian saya teringat
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Saya merasa terusik. Sudahkah saya beribadah secara benar? Saya tau iman manusia turun naik. Tapi saya kapan naiknya?  :(

Kemudian,,

Saya menelaah lagi, saya ditakdirkan jadi anak pertama. Menjadi model buat ke empat adik saya. Maka fungsi saya dalam keluarga adalah menjadi inspirasi bagi mereka. Contoh yang baik. Saya tidak berharap mereka plek-plek an meniru saya karena saya bukanlah pribadi sempurna. Namun, setidaknya ada nilai positif yang saya bagikan kepada mereka.


Saya dulu bekerja, kemudian saya memutuskan menjadi ibu yang bekerja di ranah domestik. Banyak yang menyayangkan keputusan saya. Bahkan sampai saat ini saya seringkali stress karena reaksi orang lain. Saya menjadi lebih sensitif. Saya memilih ini bukan tanpa alasan. Namun, saya bukan orang yang pandai dalam mengemukakan pendapat terutama kepada orang terdekat. Saya lebih suka menyimpannya untuk saya sendiri.

Saya ingin sekali membuktikan bahwa keputusan saya untuk bekerja di ranah domestik adalah hal yang tepat buat saya. Saya tetap bisa berkarya dan menginspirasi.

Kemudian, saya juga mengingat, kadang saya dijadikan tempat bertanya dan curhat bagi teman-teman saya, tentang apa saja. Saya bukan orang yang kepo masalah orang lain. Kalau mereka memilih cerita ke saya, saya terima, saya dengarkan, dan saya berikan solusi jika saya mampu.

Semenjak jadi ibu, teman-teman saya seringkali bertanya seputar ASI, MPASI, pengasuhan anak, kesehatan anak, dll. Mengingat izin Allah atas keberhasilan saya memberikan ASI untuk Rifa, itulah mungkin yang menyebabkan teman-teman saya memilih bertanya. Kadang saya membagikannya di media sosial untuk menginspirasi teman-teman saya. 

Ditengah keterbatasan saya, karena saya bukan orang yang ahli di bidang gizi anak ASI, MPASi dan kesehatan, saya seringkali hanya memberikan rujukan atau buku untuk rekomendasi bacaan.

Saya suka membaca. Walaupun, semenjak punya anak saya hampir tidak bisa meluangkan waktu untuk membaca. 

Kalau dulu 1 buku Harry Potter misalnya bisa saya habiskan dalam 1-2 hari saja, sekarang buku tipis saja perlu waktu berminggu-minggu. Namun, dari kecil saya dan adik-adik saya ingin sekali punya perpustakaan pribadi dan kemudian untuk umum. Namun belum kesampaian.

Maka sekarang saya memantapkan misi saya: Beribadah kepada Allah SWT dan bermanfaat untuk orang lain juga lingkungan sehingga dapat menjadi contoh yang baik (inspiratif).

Bidang pelajaran yang ingin saya tekuni:
Gizi, kesehatan, pengasuhan anak.


Peran : Inspirator

Lalu ilmu apa saja yang diperlukan?

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar gizi, kesehatan pengasuhan anak.
Ini saya lakukan sejak hamil dengan membaca sejumlah buku, artikel dan literatur, mengikuti seminar, join ke beberapa grup terkait.

Dan saya ingin sekali menjadi konselor laktasi. Walaupun demikian, butuh waktu karena membutuhkan dana yang lumayan buat saya sekarang ini.

2. Bunda Cekatan : Ilmu manajemen diri dan lingkungan.
Ini yang saya ingin pelajari saat memutuskan bergabung dengan IIP. Karena saya sadar sangat kurang cekatan.


3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.

4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

Milestone

KM 0 --> usia 28 th,

Saya harus berkomitmen tinggi akan mencapai  10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang  di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup.

Saya harus mendedikasikan 8 jam untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak.Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.

Milestone  yang ditetapkan sbb: 
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha


Melihat milestone tersebut, rasanya saya harus mereview lagi NHW#2 saya agar targer saya diatas tercapai. Insya allah minggu depan sebelum lebaran saya sudah menempelkannya di dinding kamar dan yang penting...

Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan... sekarang!

Sabtu 10 Juni 2017
Fadillah Putri Dirgahayu

Komentar

Postingan Populer