Design Pembelajaran Keluarga : Belajar caranya belajar
Bismillah,
Masuk di minggu ke-5 bersama Institut Ibu Profesional rasanya semakin bersyukur kenal komunitas ini. Materinya dijadikan benar-benar terarah dan unik hasilnya pada setiap individu. PR nya semakin membuat otak berputar-putar dan mengajukan banyak pertanyaan yang membuahkan pemikiran.
Di minggu ke-5 ini kami belajar caranya belajar. Aneh yah? Bingung? Pusing? SAMA hahahha
Kita didorong untuk terus belajar sepanjang hayat tak terbatas hanya pada sebuah institusi formal. Bukan juga hanya mengejar nilai, ijazah atau gelar, tapi bagaimana ilmu yang didapat memberikan manfaat. Baik orang tua maupun anaknya, sama-sama belajar.
Maka, NHW #5 adalah : Praktek membuat design pembelajaran untuk diri sendiri dan untuk anak kita.
Apa sih design pembelajaran? setelah gugling, simple nya adalah strategi cara belajar sehingga lebih terarah dan mencapai tujuan akhir yang ditetapkan sebelumnya.
Nama Institusi : Keluarga Jo & Putri
Pengawas : Allah SWT
Kepala Sekolah : Bpk. Sutriatmojo (Ayah)
Pengajar : Putri (Bunda)
Peserta didik:
Ayah
Bunda
Rifa
Dan anak selanjutny (jika ada)
Jurusan Ilmu Kehidupan yang diprioritaskan untuk ditekuni : Ilmu Kepercayaan diri
Insya allah ilmu yang saya tetapkan pada NHW #1 berkaitan dengan design pembelajaran yang disusun. Karena dengan membuat design ini saja, saya yakin apabila menjalankannya dengan sungguh-sungguh perlahan kami, saya khususnya, akan membangun kepercayaan diri untuk terus maju bersama ilmu.
Tujuan Pembelajaran:
1. Menjadi keluarga yang mengikuti dan taat kepada Quran dan Sunnah.
Bagaimana pola anda mendidik karakter dari usia 0-12 tahun, maka akan menentukan karakter anak selanjutnya.
x
2. Menjadi keluarga yang senantiasa memperbaiki ibadah
3. Menjadi keluarga yang senantiasa tolong-menolong dan saling mengingatkan dalam kebaikan
4. Menjadi keluarga yang mencintai ilmu, jujur, amanah, bekerja keras, dan penyayang.
5. Membangun komunikasi aktif dan terbuka kepada sesama anggota keluarga
6. Menjadi keluarga yang sehat lahir bathin, dan bahagia dunia akhirat.
Sumber pengajaran:
*) Al-Quran Nur Kariim
*) Buku-buku Fiqih, sunnah, siroh, doa, dan sejenisnya.
*) Buku-buku parenting islami dan umum
*) Buku-buku pengembangan diri terutama yang membahas tentang bagaimana membangun kepercayaan diri.
*) Komunitas online maupun offline
*) Artikel dan sharing
*) Media islami dan yang bernuansa positif
*) Contoh terpuji di lingkungan sekitar.
Waktu Belajar: Setiap Hari
Cara melakukan belajar: read and do! lakukan yang baik dan contohkan!
KURIKULUM UMUM
|
KURIKULUM
PEMBELAJARAN KELUARGA
|
||||
|
Kompetensi
Umum
|
Detail
Kompetensi
|
Tujuan
|
Indikator
|
Pelaksana
|
|
Mendekatkan diri kepada Quran dan Sunah
|
Membaca Al - Quran dan Terjemahannya
|
Menjadi insan yang lebih dekat dengan
Allah. Menjadikan Quran sebagai penolong di dunia maupun akhirat
|
Khatam quran minimal 1x setahun
Mengamalkan isi Quran Bertambahnya hafalan |
Ayah dan Bunda
|
|
|
Mendengarkan Murotal, solawat, atau media
islam lainnya
|
Mengakrabkan telinga dan mendekatkan hati
pada ayat-ayat Allah
|
Bertambahnya hafalan
Bertambahnya ilmu yang tersurat dalam solawat/media |
Ayah, Bunda, Anak
|
|
Memperbaiki Ibadah
|
Memperbaiki ibadah wajib
|
Lebih taat dan tepat waktu menjalankan
ibadah wajib
|
Solat tepat waktu
Dan bersungguh- sungguh menjalankan ibadah
wajib
|
Ayah, Bunda, Anak
|
|
Menjalankan Ibadah Sunah
|
Mendekatkan diri kepada sang khalik
|
Terbiasa melakukan dhuha dan tahajud
Menjadi contoh yang baik bagi anak |
Ayah, Bunda, Anak (melihat dan
diikutsertakan semampunya)
|
|
|
Berkomunikasi
|
Meminimalkan gadget di rumah
|
Meluangkan waktu untuk berinteraksi tanpa
interupsi gadget.
(NO GADGET 19-21) |
Bertambahnya kedekatan antar anggota
keluarga, saling mengalirkan rasa dan energi positif, bermain dan
bercengkrama bersama, menambah kasih sayang, kejujuran antar anggota
keluarga.
|
Ayah, Bunda, Anak.
|
|
Membersamai anak dalam kegiatannya
|
Memandu anak sesuai fitrahnya
|
Kegiatan Anak menjadi lebih terarah
|
Ayah, Bunda, Anak
|
|
|
Outdoor Activity
|
Quality time bersama di setiap weekend
|
Memaksimalkan hari libur sebagai hari
refreshing dari rutinitas sehari-hari
|
Me-refresh badan dan pikiran dari rutinitas
harian, menjaga kesehatan badan, menambah kebahagiaan.
|
Ayah, Bunda, Anak.
|
ALOKASI WAKTU
Sesuai dengan yang dituliskan di NHW #2
FITRAH ANAK
Seperti yang pernah dijelaskan oleh ibu septi, fitrah anak secara umum adalah
1. HOMULUDENS yaitu senang bermain, Maka, saya harus berusaha menerapkan kurikulum dikemas dengan cara bermain sehingga sesuai dengan fitrah anak.
2. Rentang konsentrasi anak -> 1 menit x usia
berarti untuk Rifa, konsentrasinya sekitar 2 menit.
Hal ini sudah saya praktekkan pada saat sesi membaca buku. Dia memang kadang sangat
konsentrasi. Namun tidak lama dia bosan dengan berbagai alasan. Jadi, saya tidak memaksanya, tapi mengalihkan kegiatan lainnya.
Diakui, bermain dengan anak itu susah, karena saya cepat sekali bosan dan hilang ide tiba-tiba. Untuk itu saya membaca buku-buku atau artikel atau video youtube sebagai inspirasi.
3. Makhluk Pembelajar
Seperti yang saya ceritakan di NHW sebelumnya, rifa adalah tipe musikalis. Dia cepat dalam menghafal sebuah lirik lagu dan nadanya. Dia pun menangkap image visual dengan baik.
Untuk itu, sekarang saya mencari lagu dan konten islami yang dia suka sehingga Rifa akan lebih gampang menangkap pesan positif nya namun tetap menyenangkan.
Untuk pembelajaran secara visual, saya measih membatasi penggunaan gadget TV/Hanphone kepada Rifa. Saya memilihkan program yang sesuai untuk usianya dan dibatasi waktunya. Namanya anak-anak kadang mengerti dan kadang menangis. Namun itu harus dilakukan karena meminimalkan resiko kecanduan gadget,
4. 80% otak anak berkembang usia 0-8tahun. Dan Masa emas pada 0-3 tahun.
Maka saya dituntut untuk mengalokasikan waktu saya secara baik dan benar untuk anak dan juga untuk hal lainnya.
5. Stimulus anak sejak dini akan menentukan karakter anak selanjutnya



Komentar
Posting Komentar