Sarjana berdaster
Muncul memori di facebook, beberapa tahun lalu, ketika aku, baru saja resmi mendapat gelar S.T. (Sarjana Teknik - Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil).
Lalu terlintas di pikiranku dahulu, aku akan menjadi ini itu, meraih ini itu, dan mendapat ini itu. Ini itu yang sekarang berlalu.
Aku yang pernah bekerja dengan modal pendidikan dan gelarku,
Aku yang pernah mendapatkan upah lumayan hasil kerja di kantoran dulu,
Aku yang pernah pergi pagi pulang larut malam,
Bermodalkan bekal pendidikanku.
Kala itu.. aku bahagia.
Namun kini, ranah kerjaku berpindah dari kantor menjadi di rumah.
Dari ranah publik menjadi domestik.
Dari yang duduk-duduk saja depan komputer menjadi wara wiri di kamar-dapur-dan ruangan d rumah lainnya.
Dari yang berbusana rapi wangi menjadi dasteran.
Kini, aku juga harus bahagia.
Ada masa dimana aku pongah dulu kala, kini aku sadar pentingnya keluarga.
Ada masa dimana aku tertawa dulu kala, kini aku bisa terseyum lega.
Ada masa dimana tiada tenaga tersisa untuk bersenda gurau dulu kala, kini aku merasa lepas bercanda.
Ada masa dimana aku lupa berdoa, kini aku kembali ingat rahmat Sang Pencipta.
Tak ada yang kusesali dulu kala, ketika masih bekerja
Hingga kini berdaster di rumah.
Tak ada.
Aku, salah satu sarjana berdaster di muka dunia. Yang kadang masih sering dipandang sebelah mata. Yang disayangkan punya selembar ijazah tapi memutuskan di rumah. Namun aku, ingin menjadi yang tetap terus berusaha, berkarya, berdoa dan selalu bahagia!
Inilah kini jalanku, tak tahu apa yang terjadi esok, lusa, atau kapanpun, tugas kita adalah menjadi bahagia! Agar orang di luar sana tahu, bahwa tak ada yang salah menjadi pilihan kita, sekalipun itu sarjana yang berdaster. :)
Ada tugas mulia di setiap ranah kerja :)
Bekasi 26 Mei 2017
Salam emak-emak
Fadillah Putri Dirgahayu
Yang masih berdaster pas nulis ini



Komentar
Posting Komentar