Curhatan emak-emak NHW #1 : Aku ingin jadi profesional!


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


Menjadi ibu adalah anugrah, ujian, amalan, cobaan, ladang pahala, komplit lah. Menurut saya, pengalaman menjadi ibu selalu berbeda dan unik pada setiap individu, tidak bisa disamakan. Saat memutuskan menikah saya pun sadar bahwa mau tidak mau, siap tidak siap, kuat tidak kuat, dan perasaan lainnya, SAYA HARUS SIAP MENJADI ISTRI DAN IBU. Lalu bagaimana? 

Untungnya di dunia digital sekarang ini banyak sekali ilmu betebaran (walaupun saya sadar kemudian tidak semuanya benar :D ). Searching sana sini, join grup sana sini, seminar offline maupun online terus saya cari. Sampai, suatu hari saya menemukan informasi mengenai Institut Ibu Profesional (IIP). Apa pula ini? Haruskah ditengah kesibukan dan keriweuhan saya yang masih sulit beradaptasi di dunia domestik ini kuliah lagi? Awalnya maju mundur mau daftar, namun, setelah melihat Rifa, anak saya, saya memantapkan hati: Walaupun bunda gak sempurna, bunda mau berusaha nak!


Singkat cerita, masuklah materi pertama : ADAB MENUNTUT ILMU. 
Ah ya, Adab sebelum ilmu. 

Kalimat yang sering berhembus ditelinga namun sulit sekali dalam pengamalannya. 
Membuka hati, membuka pikiran dan menemukan cara yang mulia untuk menerima ilmu baru dan mengamalkannya. Inilah yang harus saya lakukan demi menjadi profesional! Gak sotoy, gak sok paling tahu, gak sok paling benar, Karena ilmu Allah sungguh sangat luas. Bismillah, doakan saya!

Sampailah pada tugas NHW#1 

📚NICE HOMEWORK #1📚
ADAB MENUNTUT ILMU
:
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Bismillah, inilah jawaban saya:

Awalnya saya bingung tentang jurusan apa? Emang IIP buka jurusan apa saja? :) Lalu setelah dijelaskan maksudnya, saya mulai paham dan ingat hadis rasul :  

 أُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلىَ اللَّهْدِ
"Tuntutlah ilmu dari dalam kandungan sampai liang lahat"

Ya, saya diingatkan bahwa selama masih hidup maka saya tidak boleh berhenti menuntut ilmu. 

Lalu, jika disuruh memilih satu, ilmu apa yang saya ingin sekali tekuni? Kepercayaan diri.
Sulit memilih satu dari sekian banyak ilmu yang ada di dunia bukan? Apalagi saya yang fakir ilmu. T.T 
Tapi memang cuma boleh milih satu.

Kenapa saya ingin sekali menekuni ilmu Kepercayaan diri? 
Karena, seringkali saya merasa, karena banyak masalah yang tidak bisa saya selesaikan atau malah timbul karena rasa saya tidak percaya pada diri sendiri.

Karena saya tidak percaya diri, saya sulit mempercayai orang lain.
Karena sering tidak percaya diri, saya kadang lupa bersyukur.
Karena sering tidak percaya diri, saya lupa bersabar.
Karena sering tidak percaya diri, emosi memonopoli lalu hilang ilmu dalam ingatan.
Karena sering tidak percaya diri, senyum cepat berganti tangisan.
Saya, ingin memperbaiki kepercayaan diri saya, untuk menjadi lebih profesional, di kehidupan, terutama sebagai ibu.

Lalu, bagaimana strateginya?
1. Berdoa, memperbaiki amalan dan ibadah kepada Allah SWT, Sang Khalik, memohon kepada Sang Pemilik Semesta.
Supaya hati saya dilembutkan, pejuangan saya di ridhoi dilancarkan, otak saya dimampukan, hati saya dikuatkan, keadaan dibuat memungkinkan, Karena dengan ridho Allah SWT. Kun fayakun! semua merupakan keniscayaan.
2. Meminta ridho dan dukungan keluarga, terutama Suami.
Saya seringkali bercerita dan meminta dukungan kepada Suami. Saat bahagia saya pasti bercerita, saat saya dalam titik terendah saya, sayapun berkeluh kesah kepada beliau. Beliau lah yang menguatkan saya dengan sikapnya, dan nasihat singkat namun ngena!
3. Memperkaya ilmu.
Dengan membaca, mencari tahu, mengikuti grup bermanfaat baik secara online maupun offline. Karena dengan begitu, saya bisa memperbaiki kualitas hidup saya untuk lebih percaya diri.
4. Menulis sebagai pengikat ilmu.
Manusia tempat khilaf dan lupa. Apalagi ketika banyak pikiran melanda, namanya juga emak-emak :) .  Untuk itu saya sekarang ini sering menulis, entah membuat catatan di handphone, media sosial, blog, atau buku catatan. Suatu hari catatan-catatan tersebut pasti bermanfaat sebagai pengingat.
5. Melakukan perubahan sedikit demi sedikit, walaupun kecil.
Kalau kata AA Gym dimulai dari 3M: Mulai dari hal yang kecil, dimulai dari diri sendiri, dimulai dari sekarang.

Ya Allah, mudahkan hambamu ini.

Apakah strategi saja cukup? ooo tidak
Apakah saya harus berubah? tentu! gak mungkin trrrinnng, jadi :D

Karena Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum , sampai dia merubah dirinya sendiri.


... إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ...
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan  diri mereka sendiri. 
(Ar -ra'd 11)


Saya harus berubah menjadi lebih baik, untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan profesional. Caranya?
1. Ikhlas.
Ikhlas menerima ilmu baru yang senantiasa berkembang dan berubah, kritik membangun dan saran yang diterima. Ikhlas menuntut ilmu supaya menjadi amalan
2. Belajar membagi waktu.
Nah inii... susah ya? hehhe, saya mau belajar membagi waktu untuk suami, anak, keluarga, bisnis, dan diri saya sendiri
3. Bahagia
Saya harus bahagia. Saya akhir-akhir ini menyadari bahwa dengan bahagia, maka semua akan dimudahkan. Maka saya mencari kebahagian, khas emak-emak tentunya. :)
4. Tertib dan disiplin


Semoga, tulisan diatas sebagai pengingat diri dan motivasi yang baik buat saya pribadi, syukur-syukur buat orang lain. Karena saya, ingin menjadi PROFESIONAL!

Bekasi, 19 Mei 2017
Fadillah Putri Dirgahayu
Bismillah, saya mohon doanya ya teman-teman sekalian.

Komentar

Postingan Populer