Menyusui dimana saja, kapan saja, kondisi apa saja



Menyusui dimana saja, kapan saja, kondisi apa saja.
Bayi kita sudah diberikan rezeki nya oleh Tuhan yang Maha Pemurah pada payudara ibunya. Makanan dan minuman bernutrisi, paling higienis dan praktis.
Tidak perlu repot bawa termos air panas, sendok, tissue, botol, bubuk susu, dan perkakas lainnya. Cukup payudara ibu.
Bahkan dalam kondisi Ibu yang kurang 'asupan gizi', ASI tetap mengambil nutrisi terbaik dari tubuh ibu sehingga ASI terjamin tetap baik dikonsumsi.
Juga dalam kondisi bencana, ASI lah yang paling higienis. Gak perlu dicelup air panas atau masuk sterilizer.
Bu, tak perlu malu menyusui di ruang publik. Cukup mojok di tempat aman bila memungkinkan. Tapi apabila tidak, tutupi dengan jilbab, apron, selendang, atau kain jarik gendongan.
Haruskan bayi mengalah mendapatkan haknya hanya karena kita tidak mau menyusui di ruang publik?
Bayi ikut berkegiatan di luar bersama, kadang panas terik kadang dingin, kurang nyaman berlama-lama dalam gendongan. Traktirlah dia dengan ASI enak fresh dari pabriknya, langsung dari payudara.
Bu, hampir tak ada orang 'waras' yang akan mengganggumu saat menyusui. Hampir semua dari mereka baik laki-laki maupun perempuan akan memahamimu, mengalihkan pandangan matanya, dan melindungimu atau terus berjalan ke depan. Mereka tahu itu sudah kewajibanmu.
Kalaupun ada yang kurang 'waras' mengganggumu. Kau punya mata untuk melotot, mulut untuk berbicara atau berteriak, atau kaki sebagai senjatamu. Masa iya orang sekelilingmu tidak ikut membantu?
Bu, menyusuilah, menyusuilah terus... dimana saja, kapan saja, kondisi apa saja. Sampai terpenuhi hak anak dan juga kewajibanmu.
Karena menyusui itu indah, menikmati prosesnya membuat kita lupa, 2 tahun terasa tak terlalu lama...
Ah, maaf agak baper saya.
Bekasi, 4 Maret 2017
Emaknya Rifa
Yang beberapa bulan lagi memasuki masa penyapihan.
Sedang mempersiapkan hati untuk mengumpulkan kekuatan.
Melepas masa indah penuh kenangan.

Komentar

Postingan Populer