Berbeda Itu Biasa kok!
Berbeda itu biasa.
Bukankah Allah SWT menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal? Bukan untuk saling menjatuhkan dan merendahkan, tapi menghormati dan melengkapi.
Saya dan suami berbeda. Makanya ada Rifa
:D .
Beda jenis kelamin, beda usia, beda pemikiran, kadang beda prinsip. Di usia pernikahan kami yang masih dini ini, kami masih saling mengenal satu sama lain. Masih mempelajari satu sama lain. Karena manusia itu terus berubah, terus belajar, terus menyesuaikan. Ya, kami menyesuaikan satu sama lain. Tidak melulu sama. Karena gak mungkin sama.
Saya anak pertama, lebih membawa emosi, lebih cerewet, maunya cepet, maunya perfect. Suami kebalikannya.
:)
Itu sedikit banyak mempengaruhi bagaimana mengasuh Rifa.
Ada hal yang gak bisa saya lakukan, suami yang melakukan. Ada hal yang gak bisa suami kerjakan, saya yang kerjakan. Contohnya adalah bersabar nyuapin Rifa! Wkwkwk..
Kalau saya menyerah nyuapin Rifa yang gtm. Suami yang turun tangan bujuk Rifa makan. Eeeh dapet banyak!! #KekiTapiBahagia
Yah, gak selamanya perbedaan menjadi jurang, bukankah kita diciptakan untuk dapat saling melengkapi.... mengapaaa ini yang terjadii #eh ini lirik lagu deng..
Anak baru 1 masih bayi, pengalaman masih kurang banyak dibanding orang lain yang anaknya 2, 3 , 4, dst. Jauh sama yang anaknya udah sekolah, remaja atau kuliah. Zaman pun terus berubah.
Kami masih belajar, menjadi pasangan, menjadi orang tua, mencontoh yang baik dari orang tua kami, belajar dari lingkungan kami, membaca dari cerita pendahulu kami. Kami masih belajar, terus belajar. Karena kami tidaklah sempurna.
Doakan kami menjadi pembelajar yang amanah mendidik anak-anak kami untuk selalu berada di jalan Allah SWT. Aamiiin.
Bekasi, 3 Maret 2017
Emaknya Rifa
Emaknya Rifa



Komentar
Posting Komentar