Ibu sebagai agen perubahan
Bismillah,
Akhirnya sampai di materi dan NHW #9 yaitu menjadi agen perubahan.Materi ini berkelanjutan dari materi-materi sebelumnya.
Sejujurnya, untuk melihat isu sosial di lingkungan tempat saya tinggal sekarang agak menjadi PR besar karena saya benar-benar kurang sosialisasi dengan masyarakat disini.
Keluar rumah kalau ada Posyandu atau mau ke warung aja, atau solat berjamaah.
Interaksi dengan warga komplek cuma sebatas senyum say hello, ikut acara ibu-ibu jika diundang. Tadinya ada senam tiap minggu, tapi semenjak Ramadhan belum mulai lagi. Dan interaksi pasif adalah grup WA ibu komplek.
Kenapa sih jarang interaksi? pertama karena kami masih merasa warga baru (walaupun 3 tahun ga termasuk baru ya hihi), kedua saya masih merasa masih numpang sama orang tua, dan memang berencana pindahan juga sihtahun ini (mohon doa semoga dilancarkan ya).
Untuk passion saya adalah mengajar, membaca, menulis, belum bisa tersalurkan dengan baik di lingkungan tinggal sekarang. Tapi ada satu media yang bisa menjadi tempat tersalurkannya passion saya: yaitu grup WA. Dengan menyalurkan informasi yang berguna, bermanfaat bagi lingkungan saya. Tentunya di cek dulu kebenarannya sesuai dengam adab menuntut ilmu :).
Kedua, walaupun berkebun bukan passion saya, tapi berkebun adalah rekreasi paling mudah yang kami sekeluarga lakukan. Apalagi komplek kami baru dan kurang hijau, kadang banjir pula 😓. Jadi menanam pohon, menyiram tanaman tiap hari, adalah salah satu kontribusi kami terhadap lingkungn di rumah. Dari pohon pisang, rambutan, belimbing, ada di depan rumah, tanah fasum yaa bukan pekarangan rumah saya.. lah pekarangan rumah kan cuma sedikit...hihihi
Dengan berkontribusi melakukan penghijauan, kami berharap lingkungan kami jadi asri, ada penyerapan, sumber oksigem dan rekreasi mata tentunya. 😄
Passion yang sebenarnya ingin saya lakukan adalah membuat rumah baca/rumah bermain, tapiii menunggu keluarga kecil kami di rumah sendiri baru bisa mulai diwujudkan, mencicil buku-buku sudah dilakukan sih :)
Apalagi terakhir saya ke rumah baru kami lingkungannya belum ada rumah baca, masih sepi, TK pun hanya 1 kecil di tengah komplek. Melihat rumah saya yang lokasinya rada strategis sepertinya impian saya bisa terwujud. Syukur-syukur nanti setelah nyemplung langsung dilingkungan baru menemukan isu sosial lain sehingga saya bisa berkontribusi lebih, misalnya ngajar bahasa atau apa gitu, karena kan saya dulu tutor les hihihi..
Apalagi terakhir saya ke rumah baru kami lingkungannya belum ada rumah baca, masih sepi, TK pun hanya 1 kecil di tengah komplek. Melihat rumah saya yang lokasinya rada strategis sepertinya impian saya bisa terwujud. Syukur-syukur nanti setelah nyemplung langsung dilingkungan baru menemukan isu sosial lain sehingga saya bisa berkontribusi lebih, misalnya ngajar bahasa atau apa gitu, karena kan saya dulu tutor les hihihi..
Maka dari itu pindah rumah adalah target jangka pendek yang saya tuliskan di NHW #8. Bismillah, semoga dimudahkan.
29 juli 2017
Putri

Komentar
Posting Komentar