Copas or Share?
Terkait status facebook sebelomnya tentang: Kalau liat status bagus, ingin ikut berbagi, apa pilihanmu?
Gini, mungkin buat beberapa orang hal ini gak penting dibahas yak, ngapain sih ngeributin beginian? tapiii buat beberapa orang lagi hal ini SANGAT PENTING.
Jadi saya coba elaborasi dari 2 sudut pandang yang berbeda, mangga kalau mau menambahkan di kolom komentar.
Ini berlaku bukan cuma untuk karya tulis ya, tapi juga karya foto, resep, dan postingan lainnya.
*****
Klik SHARE buat pembaca
Kelebihan:
- Mudah, tinggal klik, tambahkan caption jika perlu, posting. Gak ribet. Save waktu dan tenaga.
- Menyiarkan berita dari sumber aslinya tanpa penambahan dan pengurangan apapun, termasuk memberi tahu kepada followersnya siapa pekarya/ pembuat postingan aslinya.
Kekurangan:
- Gak semua orang mau klik dan baca link nya (miris, tapi emang begitulah keadaannya, kebanyakan maunya disodorin).
- Like atau share ulang belum tentu followers baca kontennya, itu sebab banyak juga hoax yang berseliweran di medsos karena kebanyakan yg share cm baca judul.
- Kadang kurang menarik buat disimak.
- Untuk hasil karya yang disiarkan di instant messenger (WA/BBM/dll) kadang agak sulit mencari link aslinya.
*****
COPY PASTE (Menyalin ulang tulisan/karya) bagi pembaca baik dengan menyebutkan sumber ataupun tidak.
Kelebihan:
- Biasanya lebih 'menarik' LCS
- Kalau konten menarik, maka peluang di share ulang oleh followers lebih tinggi (walaupun hasil copas) which is akan menaikkan traffic ke web/ halaman tersebut.
Kekurangan:
- Buat saya kalau konten terlalu umum misal terlalu sering di copas juga sama orang lain, maka jadi GAK LUCU, GAK MENARIK, dan GAK SERU lagi. Dan kalau saya baca postingan yg terlalu sering copas, paling banter Like aja, atau gak lewatin aja.
- Tidak ada 'nyawa' yang mencirikan diri sendiri dalam postingan tsb. Setiap pribadi punya ciri masing-masing dalam berkarya dari segi bahasa, tata letak foto misalnya, atau kalau masakan bisa dilihat dari bahan dan cara masak.
Misalkan si A biasa ngomong elu gue, terus tiba-tiba ngomong ke orang pake kakanda, adinda dan kisanak, aneh gak? kan jadi hilang keciriannya
****
SHARE buat pekarya
- Menyebarkan manfaat karya nya ke masyarakat luas.
- Bentuk apresiasi bahwa karyanya dihargai dan disukai orang. Gak perlu dibayar, share aja dah bikin seneng.. "oooh ternyata gak sia-sia saya nulis sampe pagi, bermanfaat". "Alhamdulillah resep saya banyak yang suka".
- Traffic. Ini bonus sih, bagi pekarya konten tetep nomer wahid, traffic belakangan, bonus aja.
Copy Paste buat pekarya
Dengan menyantumkan sumber
- Hampir sama dengan kelebihan SHARE, minus traffic.
Tanpa menyantumkan sumber/ bahkan menghilangkam sumber/ yang lebih parah mengganti nama sumber dengan orang lain/ cuma bilang "dari grup tetangga sebelah"
- Termasuk pelanggaran hak cipta gak sih? Sayangnya plagiarisme di media sosial gak ada undang-undangnya..
Buat pekarya yang rela begadang buat menulis isi konten sebuah karya, atau kaki tangan pegel ngubek resep, nunggang nungging cekrek2 poto terus dihilangkan namanya dari karya nya sendiri, atau diganti dengan nama orang lain rasanya SAKIT.
Mending kalau hanya dibagikan krn si empunya lapak 'polos' bener-bener gak tau, tapi kalau dengan maksud mengejar traffic supaya orang banyak like, komen, ngeshare, apalagi mencuri foto karya orang lain diakui utk keuntungan pribadi seperti jualan kok rasanya jahat ya..
Apakah hasilnya diridhoi? Apakah si sumbernya ridho? Halalkah? Wallahualam..
*****
Dulu, waktu belom paham, sayapun suka copy paste sabodo amat sama sumbernya.. yaelaaah.. yg penting bermanfaat infonya, yang penting lucu. Emang ada yang marah ya? Kan resiko nulis di medsos? Hehhe
Tapi.. sejak gabung di komunitas BA tim cetar yang mengedepankan etika serta orisinalitas, saya sekarang selebih berhati-hati bahwa MENGHARGAI SEBUAH KARYA SEBERAPAPUN KECILNYA ADALAH WAJIB!
Ada juga di grup masak-memasak yang mewajibkan member yang posting masakannya mencantumkan dari mana ia me-remake resep masakannya.
Bagi yang suka ngeblog, pasti gak asing deh sama dilema copy paste yang tidak menyebutkan link atau sumbernya sama sekali. Kalau di blogger sih bisa ya dikunci supaya gak bisa copy paste, kalo difacebook sayangnya gak bisa
Pilih Share tidak akan merugikan siapapun kok, asal dibaca dulu kontennya HOAX apa bukan
Kalau memang terpaksa copy paste karena tidak ketemu link aslinya, atau kegulung tulisannya di halaman aslinya saking banyaknya postingan (sebenernya sih bisa di search), tuliskan sumbernya, mention orangnga kalo perlu (kalo bisa). Ini bentuk apresiasi kita terhadap orang tersebut.
Karena bagi sebagian pekarya, karyanya adalah anak kandung, lahir dari sebuah pemikiran dan hati. Bayangkan kita posting tentang anak kita yg lucu kemudian tanpa permisi orang lain posting tanpa mention si orang tua atau bahkan ngaku-ngaku itu anaknya. Sedih kaan?
Bahkan hanya untuk menulis resume pun butuh waktu dan energi.
Ingat, ada tanggung jawab dalam setiap perilaku, termasuk saat memutuskan SHARE atau COPY PASTE. Kebenaran informasi dan menghargai karya orang lain adalah tanggung jawab kita bersama.
Tapiii kalau mau posting rumus E=MC^2 gak perlu mention Einstein kayakny
Bekasi 22 Maret 2017
Salam manis dari emak yang masih belajar nulis
Fadillah Putri Dirgahayu



Komentar
Posting Komentar