Jika Bayi Bisa Bicara Part #3
Jika bayi bisa bicara Part #3
" Ibu, aku ingin di dekatmu selalu dan segera setelah aku lahir di dunia. Jika engkau baik-baik saja, tolong jangan pisahkan aku darimu. Karena aku menjadi gelisah jauh darimu"
"Bu, biarkan aku menyusu. Walau kata orang air susumu tak banyak, biarkan aku belajar sehingga produksi ASI mu menyesuaikan kebutuhanku. Bu,tak usah khawatir atau ragu, lambungku hanya sebesar gundu."
"Duhai ibu, tolong jangan bilang aku malas hanya karena aku sering tertidur pulas. Ingatlah aku sang bayi baru yang masih beradaptasi dengan gegap gempitanya isi bumi"
"Ibuku sayang, jangan sedih apabila orang bilang ASI mu tak cukup buatku. ASI mu cukup bu, hanya karena aku meminta lagi setelah beberapa waktu bukan berarti ASI mu kurang"
"Ibu, aku masih belajar menghisap payudaramu, ini berbeda dibandingkan aku menghisap jempol di dalam rahimmu. Jadi bu, maafkan aku jika membuatmu sakit atau perih, aku yakin akan segera bisa dan terlatih"
"Bu, kenapa aku diberi dot dan botol susu, karena aku menjadi bingung. Pada payudaramu aku mendapatkan aliran ASI sesuai ritme mulutku, aku menggunakan semua kemampuan dan tenagaku untuh mendapatkan susu. Aku melatih lidahku untuk menjilat sehingga berguna melatih nanti bicaraku. Sedangkan pakai botol , aku hanya perlu menggunakan sedikit usaha untuk mengeluarkan susu, alirannya deras dan kadang aku tersedak. Jadi bu, maaf aku menangis , menolak atau melepas saat kau kembali tawarkam payudaramu. Aku bingung bu, aku harus belajar kembali dan lagi. Aku yang mungil ini"
"Ibuku yang baik, jika suatu hari aku menyusu lebih sering, dan tak mau berhenti, tenanglah bu, aku sedang dalam masa percepatan pertumbuhan agar aku lekas menjadi besar dan bisa bermain bersamamu"
"Ibuku tercinta, maafkan aku jika sering membuatmu kebingungan. Aku menangis bukan hanya karena lapar, tapi memang aku hanya bisa menangis dan belum bisa berkata. Aku menangis jika perutku tak nyaman, kedinginan, kegerahan, pegal-pegal, gatal, takut, sedih, marah, haus atau lapar, atau aku hanya kangen ibuku, aku hanya bisa menangis ibu. Dengan harapan kau akan segera datang menimangku, memelukku, menyanyikanku, mendoakanku dan memakai instingmu untuk mencari kebutuhanku. Sungguh aku tak ingin merepotkanmu"
"Bu, aku belum bisa makan, ususku sangatlah belum sempurna untuk menerima asupan selain ASI dan aku belum punya cukup kemampuan mencerna sebaikmu. Jadi bu, jika ada yang memberitahumu untuk memberikanmu selain ASI, jangan bu, aku mohon. Aku belum siap, aku memang belum bisa menolak, aku hanya bisa menelan semua yang ibu berikan kepadaku. Aku percaya ibu. Tapi bu, perutku sakit, seakan ada batu di dalam sana. Aku hanya bisa tertidur menangis untuk menghilangkan rasa sakitnya"
"Bu, aku senang berada dalam dekapanmu, dekat dengan suara jantungmu, yang sudah kudengar 9 bulan dalam buaian, jadi biarkan aku berlama-lama kau gendong, karena itu membuatku sangat nyaman walau dunia ini berbeda dan tak aman, aku sedih bila ada yang bilang aku bau tangan"
"Bu, semua keputusan ada ditanganmu, aku yakin Ibu memberikan yang terbaik untukku. Tersenyumlah bu, karena aku tentram melihat wajahmu berhias senyum. Tertawalah bu, karena aku senang mendengar suara tawamu. Bahagialah bu, karena ikut bahagia bersamamu. Jangan bersedih ibu, karena aku tak tahan ikut menangis merasakan sedihmu"
"Wahai ibu, engkaulah duniaku, tetaplah bersabar dalam mengasuh dan mendidikku, aku akan menjadi yang terbaik bagimu"
"Wahai ibu, terimakasih sudah menjagaku dalam kandungan hingga aku terlahir ke dunia"
Dari aku, anakmu.
Bekasi, Senin, 21 agustus 2017
Fadillah Putri Dirgahayu


Komentar
Posting Komentar