Tidak ada anak yang terlahir....

Tidak ada anak yang terlahir penakut, bodoh dan malas.


Siapa yang berperan dalam menjadikan anak yang sering dikeluhkan oleh orang tuanya? Lingkungan. To the point, Orang tuanya.
Mak jleb waktu dengar kata-kata ini terucap dari Bpk. Ben Adryan founder Talent Spectrum di sebuah seminar parenting kemarin.
Kita..
Yang menyuruhnya duduk ketika asik berlari
Yang mengomel ketika badannya kotor
Yang mengomentari tentang kekurangan fisiknya
Yang menyuruhnya diam dan melabeli dia dengan berisik ketika bertanya
Yang tidak sabar dan membentak saat dia baru saja mencoba melakukan hal baru
Yang mendikte nya melakukan ini itu padahal ia tak mau
Yang menakut-nakuti dengan hantu, boneka, binatang, dsb hanya karena ingin anak menuruti perintah kita
Sadar ataupun tidak sadar, semua memori itu terekam di otak anak
Sehingga anak,
Tidak mau lagi berlari
Jijik bermain yang sedikit kotor
Menjadi minder
Tidak lagi kritis terhadap lingkungan
Tidak suka tantangan dan mencoba hal baru
Melawan ataupun menghindar dari tanggung jawab
Takut hanya untuk tidur atau ke kamar kecil sendiri
Anak yang terlahir fitrah, kitalah yang merusak fitrahnya dengan ambisi dan emosi orang tua.
Setiap anak unik, punya bakat, karakter, kelebihan, kekurangan, dan cara belajarnya masing-masing. Menyamakan sifat anak dengan orang tua, atau menyuruh anak menjalankan sesuatu sama seperti orang tua belum tentu membuat anak itu senang.
Biarkanlah ia memilih jadi apa, asal di jalan yang benar. Bukan karena ambisi orang tua semata.
Kenalilah karakter anak untuk menyesuaikan cara mendidiknya, agar kita tak menganggap semua anak sama.
Galilah potensi diri anak pada kelebihannya, bukan fokus pada kekurangannya saja.
Arahkan anak dengan bakat dan minatnya, agar dia bisa menyenangi kegiatannya kelak.
23 April 2017
Fadillah Putri Dirgahayu
Yang masih belajar mengenal diri, orang lain, dan semua.

Komentar