Weaning With Love with you...

Weaning with love
Weaning with heart
Weaning with ikhlas baik ibu, anak dan ayahnya.


Seperti yang sering diulang oleh dr. Utami Roesli bahwa proses menyusui itu bertiga antara Ibu, Ayah dan Bayi. Keberhasilan menyusui keberhasilan bertiga, kegagalan menyusui adalah kegagalan bertiga.
Tepat Idul fitri nanti Rifa 2 tahun, maka akan genaplah kewajiban untuk menyusui. Materi weaning with love sudah dipelajari sejak mulai masa kehamilan tetap prakteknya adalah sebuah pekerjaan rumah yang tricky.
Maka ketika masa menyapih akan datang, saya lebih dulu berkonsultasi dengan suami untuk bekerja sama serta sepakat dalam proses dan cara penyapihan. Bekerja sama untuk mengalihkan perhatian dan sounding Rifa lebih intens dengan baik tanpa emosi negatif.
Bekerja sama dari awal untuk sepakat mengabaikan saran menempelkan lipstik, brotowali, obat merah, betadine, dan segala sesuatu yang pahit dan menjijikan pada payudara untuk memaksa anak menolak menyusu.
Bekerja sama untuk meminta suami menguatkan hati saya yang agak mulai melow.
Kami sepakat untuk menyapih sesegera mungkin setelah Rifa 2 tahun. Tidak berlama-lama namun juga tidak memaksa.
Menyapih dengan cinta seperti pertama kali seorang ibu menyusui dan menatap bayi nya dengan cinta.
Menyapih dengan hati seperti layaknya seorang ibu yang memberikan ASI dan seluruh hatinya.
Menyapih dengan ikhlas tanpa paksaan, tanpa kebohongan dan penipuan, tanpa tangisan, tanpa kemarahan.
Karena memulai dengan cinta, maka mengakhirinya pun harus dengan cinta.
Karena memulai dengan rasa sayang maka mengakhiri pun harus dengan kejujuran
Kami sepakat. Karena kami, menyusui bertiga.
Dua bulan masa transisi sounding dan pengalihan sebelum Rifa dua tahun, semoga dimudahkan dan dilancarkan.
Kamis, 6 April 2017
Fadillah Putri Dirgahayu
Yang mulai merangkai kata indah untuk Rifa

Komentar