Kejahatan verbal itu sama jahatnya seperti kejahatan fisik
Kejahatan verbal itu sama jahatnya seperti kejahatan fisik.
Kemarin saya menyimak status teman fb saya Mbak Yana, survivor Post Partum Depression yang dengan baik hati dan ikhlas bersedia membagi cerita dan pengetahuannya ke ranah publik, termasuk di TV. Namun sedihnya, beliau masih mendapat perlakuan negatif yang mengomentari fisiknya. Pagi hari ini saya membuka facebook kemudian melihat sebuah posting dari seorang wanita yang bertanya di sebuah grup: "salahkah saya jika bunuh diri? Karena lelah dengan semua hinaan terhadap bentuk tubuh saya"
Hai bro, sis , yang baca, kalau kamu fokus hanya terhadap kata depresi dan bunuh diri pada kalimat saya di paragraf diatas, maka saya harus bilang Anda SALAH. Fokuslah terhadap penyebabnya: KEJAHATAN VERBAL.
Karena kejahatan verbal itu SAMA MENYAKITKAN nya seperti kejahatan fisik, atau bahkan lebih.
Jika kejahatan fisik bisa dilihat dengan mata, bisa diobati dengan antiseptik dan perban, kemungkinan bisa dirawat sampai kembali ke sedia kala, maka kejahatan verbal tidak bisa.
Yang sakit perasaan! yang dalam dan batasnya tak ada orang yang tau. Sampai mana orang tersebut terluka, apakah bisa atau sulit sembuh untuk kemudian melupakan atau malah tersimpan di lubuk hati terdalam dan menangis dalam diam dan kesunyian.
Apa sih kejahatan verbal? Tak melulu dan bukan hanya terbatas pada berkata kasar dan tidak sopan yang dibungkus dengan amarah dan emosi. Tapi termasuk di dalamnya kata-kata fakta yang tidak perlu ditegaskan, kata yang merendahkan, membandingkan, menghina meskipun dengan nada bicara halus yang mendayu-dayu. Celetukan negatif, hinaan, berkata kasar, itu termasuk bullying dan kejahatan verbal. Dampaknya? Bikin orang tersebut sedih atau bahkan depresi.
Ah orangnya aja baperan, negatif thinking, lebay.
Hey dude, udah dijelasin yes dalemnya hati siapa yang tau? Seberapa menyakitkan nya perkataanmu itu cuma yang bersangkutan yang merasakan.
Banyak orang gemuk yang gak suka dikomentarin gemuk, suruh diet, dan menjabarkan sejuta fakta kesehatan atau kecantikan lainnya dan dibanding-bandingkan dengan orang lain yang langsing, kece, cantik dan modis. Apalagi disampaikan di depan orang banyak, dengan perilaku yang tak pantas, dan mata yang mengejek. Wassalam!
Berlaku buat orang gemuk aja? Gak.
Yang kurus, berbadan tinggi, berbadan pendek, berwajah kurang cantik, jerawatan, belo, sipit, hitam, putih, kribo, bule, kurang berprestasi, nakal, berkaca mata, miskin, kaya, dan masih banyak kata lainnya.
Yang kurus, berbadan tinggi, berbadan pendek, berwajah kurang cantik, jerawatan, belo, sipit, hitam, putih, kribo, bule, kurang berprestasi, nakal, berkaca mata, miskin, kaya, dan masih banyak kata lainnya.
Dan parahnya adalah, seringkali orang dewasa melakukan kejahatan verbal pada anak kecil.
Saya pernah menegur seseorang karena mengomentari fisik seorang anak kecil yang masih SD, dia bicara di depan orang banyak dengan lantang
:(. Karena, jika sakit hati anak kecil itu terus dipupuk sampai ia dewasa, maka ia akan tumbuh menjadi anak minder atau bahkan kasar seperti perlakuan lingkungan terhadapnya.
Saya pernah menegur seseorang karena mengomentari fisik seorang anak kecil yang masih SD, dia bicara di depan orang banyak dengan lantang
Sekali-kali, coba nonton Criminal Minds, banyak psikopat lahir karena penghinaan sedari kecil.
Apakah yang nulis ini baperan juga? Pernah. Saya pernah jengkel sangat pada orang yang mengomentari fisik. Saya tau punya kekurangan (kalau bisa disebut kekurangan
:) , padahal berlebih kok), itu fakta, tapi penyampaian yang tidak tepat itu menyakitkan. Lalu sekarang? Wis, udah masa lalu, yang paling penting, suami saya dari semenjak saya kenal sampai saat ini, tidak pernah sekalipun mengomentari fisik saya. Beliau selalu bilang saya cantik. Titik.
:*
Melalui tulisan ini saya mohon maaf jika sengaja ataupun tidak sengaja saya pernah melakukan kejahatan verbal di masa lalu, dengan sepenuh hati.
Semoga kita semua bisa menjaga hati sesama dengan lisan yang terjaga.
Seperti dasa darma pramuka ke 10, hendaknya kita: Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Salam pramuka! #eeeh
:)



I agree with you.
BalasHapus