I stand for humanity
Manusia, makhluk Tuhan yang paling sempurna.
Manusia, yang dikaruniakan akal dan pikiran.
Manusia, yang mempunyai daya dan upaya memanfaatkan semesta alam.
Manusia, yang ditakdirkan menjadi khalifah di muka bumi.
Namun manusia, seringkali kehilangan hati nuraninya.
Karena emosi yang menguasai jiwa.
Karena nafsu berkuasa.
Karena murka merajalela.
Tanpa takut, manusia berakhir menyakiti manusia lainnya.
Berakhir kehilangan rasa kemanusiaannya.
Manusia yang hilang rasa kemanusiaannya.
Entah kenapa gampang membunuh sesama.
Menindas yang lemah, tua renta, bayi dan balita, perempuan tanpa daya .
Saling melecehkan tanpa tenggang rasa .
Sering menghardik dan mencela .
Merasa hebat bisa mengancam satu sama lain .
Bangga merendahkan orang karena berbeda .
Tega membantai manusia lainnya karena beda suku, ras, etnis, bangsa, ataupun agama .
Perang saudara saling gertak akan melempar senjata teknologi mutakhir pemusnah massal.
Tanpa hati mengambil wilayah kekuasaan lainnya.
Lebih parah, menutup mata atas krisis kemanusiaan dunia, pura-pura semua baik-baik saja.
Dimanakah rasa kemanusiaan?
Ya, kita semua berbeda.
Berbeda bahasa.
Berbeda budaya.
Berbeda bangsa.
Berbeda agama.
Berbeda ras.
Berbeda pandangan politik.
Berbeda jabatan dan tingkat sosial.
Namun kita semua adalah tetap manusia.
Yang patut dimanusiakan dan memanusiakan sesamanya.
Asah lah rasa kemanusiaan kita, supaya tetap mirip manusia.
Agar berbeda dari makhluk lainnya.
Bekasi, Minggu, 3 September 2017
Fadillah Putri Dirgahayu
#Istandforhumanity
#savehumanity
#humanity


Komentar
Posting Komentar