Ibu = Menjadi Manajer Keluarga Handal dan Profesional
Lebaran kemana? Saya di Jakarta dan Bekasi aja, gak kemana-mana :)
Setelah libur panjang lebaran yang membuat hati senang karena bisa quality time sama anak dan suami serta keluarga, Selasa 4 Juli kemarin kita kembali lagi siap menimba ilmu, belajar jadi ibu profesional. Bismillah, lanjut lagi, semangat lagi.
Materi IIP #6 tentang Ibu Menjadi Manager Keluarga Handal. #Eaa makin beratss materinya,,
Tapi bener lho, setelah saya gabung di IIP perlahan saya belajar untuk lebih terarah walaupun ranah pekerjaaan saya adalah pekerjaan domestik. Setelah berhenti bekerja di ranah publik tahun lalu (walaupun berhenti dengan hati senang dan riang karena yang terbayang cuma bisa mengurus anak dengan tangan sendiri alih-alih menitipkannya di daycare yang bikin saya nangis setiap pagi), tapi peralihan yang berbeda banget itu sama juga tension nya, pekerjaan 24 jam yang membuat lelah dan emosi turun naik tak jarang membuat saya menangis. Stress. Mungkin juga Post Power Syndrome, entahlah, :D.
Singkat cerita, setelah ada IIP, saya lebih tercerahkan bahwa dimanapun ranah kerjanya, harus dikerjakan dengan PANGGILAN HATI. Jadi saya berusaha pelan-pelan lebih bertanggung jawab dan mencari panggilan hati itu. Motivasinya yaaa... Masa depan yang lebih baik buat SAYA, SUAMI DAN ANAK. :) dunia akhirat.
Materi dan NHW ke-6 ini lebih jelas menekankan pada bahwa bekerja BUKAN untuk :
1. Menggugurkan kewajibanAsal kerja, asal masak, asal kenyang, asal-asalan deh pokoknya.
2. KompetisiIni biasa karena motivasi kebanyakan liat keluarga lain, entar itu dari social media, tetangga sebelah, atau televisi yang notabene pasti berbeda dengan kita.
TAPI harus merupakan PANGGILAN HATI. Sehingga kita bekerja tanpa mengeluh. Tapi dengan gairah dan hati senang.
FYI, Saya menikah September 2014, Itu artinya tahun 2017 ini menginjak tahun ketiga pernikahan kami. Sedangkan Rifa berusia 2 tahun. Berasa baru kemarin, tapi ternyata waktu cepat banget berlalu, apa yang sudah saya torehkan sebagai ibu ya? :)
NHW #6
1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting:
- Beribadah
- Mendampingi Suami dan Anak
- Mengurus Rumah (mencuci, memasak, menyetrika, beberes, dll)
2. Tuliskan 3 aktivitas yang paling tidak penting
- Main hp (awalnya ngurus dagangan sendiri/ balesin chat, tapi abis itu malah searching yang lain, gak kerasa jadi lama)
- Nonton (TV, streaming)
3. Waktu kita selama ini habis untuk:
- Urus anak
- Main hp
4. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup kita. Lihat NHW sebelumnya agar selaras.
- Beribadah (pribadi)
Memperbanyak hafalan, solat sunah, memperbaiki kualitas ibadah.
- Beribadah sekaligus mendampingi anak
Ajak anak solat (wajib dan sunnah) dan doa bersama, mengaji bersama, hafalan surah bersama di sela kegiatan bermain. Mendengarkan murotal bersama. Mengenalkan puasa saat Ayah/Bunda nya berpuasa.
(Rifa lagi sering menawarkan makanan "bunda mau gak?, atau tiba-tiba nyuapin bundanya :D)
- Mendampingi suami dan anak & Mengurus rumah.
Sedang diperbaiki hari demi hari sesuai NHW sebelumnya. :)
Sesuai tugas NHW sebelumnya saya sudah melakukan beberapa "perbaikan" dalam keseharian keluarha kecil kami. Namun, ada variabel bebas yang agak "tricky" yaitu anak dan anggota keluarva lain yang serumah. Doakan semoga ketemu jalannya yaa.. :)
5. Kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time (misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut). Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.
05.00 - 06.00 : solat subuh, beberes, nyiapin teh/camilan suami, masak.
06.00 - 07.00 : quality time sebentar dengan suami dan anak (membangunkan anak, buat susu, obrolan pagi) sebelum suami berangkat kerja.
07.00 - 09.00 : outdoor activity dengan anak (menyiram tanaman, jalan pagi, dsb), mandi, memandikan anak, menyuapi anak.
09.00 - 10.00 : mendampingi kegiatan bermain/belajar anak.
10.00 - 12.00 : menidurkan anak, menyiapkan makanan anak, check online shop.
12.00 - 16.00: makan anak, mendampingi anak, check online shop hanya setiap 1 jam maksimal 5 menit, bisa disambi nyetrika ketika ada anggota keluarga lain, mandi anak, outdoor activity jika memungkinkan
17.00 - 18.00 : camilan anak, mendampingi anak.
18.00 - 19.00 : solat maghrib, mengaji, makan malam
19.00 - 21.00 : mendampingi anak, disambi nyetrika.
21.00-22.00 : menidurkan anak, ngobrol dengan suami.
*Sabtu Minggu disesuaikan dengan jadwal, namun mungkin berubah jika ada acara keluarga.
6. Amati selama 1 minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? Kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.
Start 9 Juli 2017.
Bismillah :)


Komentar
Posting Komentar