Kekuatan Pujian Bagiku..
Kata siapa pujian cuma bisa bikin orang jumawa?
Kata siapa pujian cuma bisa buat orang sempurna?
Kata siapa pujian cuma bikin orang manja?
Kata siapa pujian cuma bisa buat orang sempurna?
Kata siapa pujian cuma bikin orang manja?
---------------------------------------------------------
"Yah, maaf belom sempet masak, beli nasi padang aja yah"
"Yah, maaf belom sempet nyetrika, nanti aku setrikain yang buat hari ini dulu ya"
Kata-kata maaf itu seringkali terucapkan. Karena sering lupa, sering khilaf, sering gak mampu menuntaskan pekerjaan.
Jauh dari kata sempurna, yang super multitasking. Yang apa aja beres, kinclong. Jauh.
Walaupun katanya wanita makhluk yang bisa multitasking, gak semua perempuan bisa atau sempurna melakukannya. Ada yang masih belajar, ya kaya saya
Untuk ibu bekerja, mengurus pekerjaan rumah dan menyiapkan diri untuk bekerja sungguh tricky. Bekejar-kejaran dengan waktu, dengan tenaga, dan dengan emosi yang meledak-ledak karena frustasi.
Belum lagi jika teryata ada kelemahan yang selama ini gak disadari. Terlalu perfeksionis. Sehingga seringkali emosi menguasai. Marah atau nangis gak jelas sangat mungkin terjadi.
Alhamdulillah kalau Pak Suami memaklumi dan membantu meringankan beban pekerjaan. Tapi, tetap ada rasa kata maaf bukan solusi.
Contohnya aja, suatu ketika di hari Minggu semua cucian kotor seminggu sudah berjejer rapi dijemuran dicuci oleh Pak Suami dengan ikhlas gak marah sedikitpun "gapapa, kamu juga capek". Rasa terimakasih, malu, bersyukur, dan beribu rasa lainnya jadi satu. Kadang karena gak mau merepotkan terus, drop pakaian ke laundry.
Sekarang, ketika full di rumah apakah tiba-tiba jadi multitasking? Tentu tidak, pelan-pelan beradaptasi. Sedikit-sedikit lah masih dibantuin Pak Suami.
Jadi, menurut saya, membuat emosi lebih stabil, lebih bahagia, lebih bisa membuat tertawa adalah yang seharusnya didahulukan bagi seorang perempuan. Gak perlu menjadi orang lain dengan superpower, pura-pura kuat atau bahagia. Nonsense.
Tau gak apa yang bikin terpecut untuk memperbaiki diri terus? Pujian!
Bukan makian atau sindiran, bukan..
Bukan makian atau sindiran, bukan..
Karena gak semua orang bisa bangkit karena sindiran dan makian, ada yang makin nyusruk. Bruuk.. jatoh.. sakit..
"Yah, pakaian sudah dicuci setiap beberapa kali seminggu supaya mas gak bantu cuci lagi, tapi maaf belum bisa ngejar setrikaan, masih belum ketemu ritmenya. Maaf ya, insya allah cepat diselesaikan".
"Ga apa-apa, Bunda hebat ya fa".
Hebat .
Lihatlah, ternyata ada kehebatan diantara ketidaksempurnaan.



Komentar
Posting Komentar